
- 7 hari lalu
50 tahun satelit Indonesia menunjukkan bahwa satelit tetap penting untuk konektivitas wilayah 3T, layanan publik, kebencanaan, dan kemandirian infrastruktur digital.

Hedra.ID, Seoul - Hyundai Motor Group berencana membeli sisa kepemilikan SoftBank Group sekitar 10% di Boston Dynamics. Setelah transaksi selesai, perusahaan robotika asal AS tersebut akan menjadi anak usaha yang sepenuhnya dimiliki grup otomotif Korea Selatan itu.
Hanya saja, berdasarkan informasi yang dilansir Bloomberg, Rabu (15/7/2026), nilai pembelian dan ketentuan finansial lainnya belum diumumkan. Hyundai juga belum menjelaskan kapan pengalihan saham akan diselesaikan atau apakah transaksi masih memerlukan persetujuan tertentu.
Rencana tersebut akan mengakhiri keterlibatan SoftBank sebagai pemegang saham Boston Dynamics. Hyundai pertama kali menyepakati pembelian saham pengendali perusahaan itu dari SoftBank pada Desember 2020 dan menyelesaikan transaksinya pada Juni 2021.
Saat transaksi awal selesai, Hyundai Motor Group menguasai 80% saham Boston Dynamics, sedangkan SoftBank mempertahankan 20%. Kesepakatan itu menilai Boston Dynamics sebesar US$1,1 miliar.
Dalam pengumuman terbaru, bagian yang masih dimiliki SoftBank disebut sekitar 10%. Belum ada penjelasan terperinci mengenai perubahan struktur kepemilikan yang membuat porsi tersebut berkurang sejak transaksi 2021.
Bagi Hyundai, pembelian sisa saham ini bukan hanya perubahan administratif. Grup tersebut sedang memperluas penggunaan robotika dalam kegiatan manufaktur dan melihat teknologi Boston Dynamics sebagai bagian dari strategi otomasi jangka panjangnya.
Boston Dynamics mengembangkan beberapa jenis robot untuk kebutuhan yang berbeda. Portofolionya mencakup Spot, robot berkaki empat yang dapat digunakan untuk inspeksi; Stretch, robot yang dirancang menangani barang di lingkungan logistik; serta Atlas, robot humanoid yang sedang dipersiapkan untuk pekerjaan industri.
Atlas akan menjadi bagian penting dalam penerapan robot Boston Dynamics di lingkungan produksi Hyundai. Grup tersebut menargetkan penggunaan robot humanoid itu di fasilitas kendaraan miliknya di Georgia, AS, mulai 2028.
Pada tahap awal, Atlas direncanakan menangani pekerjaan seperti menata dan mengurutkan komponen sebelum masuk ke proses produksi. Hyundai kemudian menargetkan perluasan tugasnya pada 2030, termasuk untuk membantu pekerjaan perakitan komponen.
Rencana tersebut masih berupa target penerapan. Belum ada kepastian mengenai jumlah robot yang akan digunakan, lini produksi yang terlibat, atau seberapa cepat pemakaiannya akan diperluas ke fasilitas Hyundai lainnya.
Sejak mengambil saham pengendali Boston Dynamics, Hyundai telah menempatkan robotika sebagai bagian dari pengembangan manufaktur, logistik, dan mobilitas. Grup itu ingin menggabungkan kemampuan industrinya dengan teknologi pergerakan, manipulasi objek, dan penglihatan mesin yang dikembangkan Boston Dynamics.
Kepemilikan penuh dapat memberi Hyundai kendali lebih besar dalam mengarahkan investasi dan penerapan teknologi perusahaan robotika tersebut. Namun, pengumuman saat ini belum menyebut perubahan terhadap manajemen, struktur operasional, merek, ataupun rencana produk Boston Dynamics.
Untuk sementara, perkembangan yang telah dikonfirmasi terbatas pada rencana pembelian sisa saham SoftBank dan tujuan menjadikan Boston Dynamics anak usaha milik penuh. Nilai transaksi, waktu penyelesaian, serta dampaknya terhadap kegiatan operasional perusahaan masih menunggu keterangan lebih lanjut.