- 8.8/10 (12 Reviews)

- 10 hari lalu
Exynos 2700 diklaim mengungguli Snapdragon generasi berikutnya pada CPU, GPU, AI, dan efisiensi daya dalam pengujian internal Samsung.

Hedra.ID, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak dorongan agar industri memperlambat pengembangan kecerdasan buatan, ketika sejumlah pemimpin perusahaan AI mulai menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap model paling canggih.
Berbicara kepada wartawan di lapangan golf miliknya di Irlandia pada Minggu (13/9/2026), Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat harus tetap berada di depan dalam perlombaan AI. Ia menyampaikan pandangan itu setelah ditanya apakah pengembangan teknologi tersebut perlu diperlambat atau dihadapkan pada regulasi yang lebih ketat.
Trump tidak menutup kemungkinan adanya pembatasan atau guardrail. Namun, ia mengkritik pihak-pihak yang menurutnya terlalu negatif dalam melihat risiko AI. Ia juga mengaitkan perkembangan teknologi itu dengan persaingan Amerika Serikat dan China.
Baca juga: Kritik Lintas Kubu Soroti Respons Trump terhadap Risiko Keamanan AI
Seperti dilansir Reuters, pernyataan Trump muncul sehari setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar laju peningkatan kemampuan model AI diperlambat. Menurut Amodei, langkah tersebut dapat memberi perusahaan dan pemerintah lebih banyak waktu untuk menangani risiko yang muncul seiring kemampuan sistem berkembang.
Usulan Amodei mencakup evaluasi independen terhadap proses keselamatan perusahaan, koordinasi di antara pengembang model frontier, serta kerja sama internasional. Ia tidak menyerukan penghentian riset atau pelatihan AI secara keseluruhan.
Baca juga: Mantan Peneliti Anthropic Peringatkan Risiko AI Makin Sulit Dikendalikan
CEO OpenAI Sam Altman juga menyatakan terbuka terhadap pengembangan model frontier yang lebih terkendali. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Altman mendukung kemungkinan perlambatan bersama laboratorium AI lain jika kondisi mengharuskannya.
Perbedaan pandangan itu memperlihatkan tarik-menarik yang semakin jelas antara dorongan untuk mempertahankan kecepatan inovasi dan kekhawatiran terhadap risiko model AI yang semakin maju. Dalam responsnya, Trump tetap menempatkan posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi sebagai pertimbangan utama.