
- 10 hari lalu
Registrasi SIM biometrik mulai berlaku penuh 1 Juli 2026. Kebijakan ini mengubah cara nomor HP diverifikasi dan membuka pertanyaan baru soal keamanan identitas digital.

Hedra.ID, Jenewa - Indonesia membawa isu bahasa lokal dan pengetahuan masyarakat adat ke pembahasan transformasi digital dalam WSIS Forum 2026 di Jenewa, Swiss. Melalui keterangan resminya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keberagaman budaya.
Menurut Meutya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya dapat diukur dari kemajuan teknologi atau besarnya nilai ekonomi digital. Bahasa lokal, pengetahuan masyarakat adat, dan komunitas lokal juga perlu mendapat tempat dalam ruang digital yang terus berkembang.
“Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital,” kata Meutya, Jumat (10/7/2026).
Pesan tersebut menjadi bagian dari dorongan Indonesia untuk mewujudkan transformasi digital yang lebih inklusif. Delegasi Indonesia di WSIS Forum 2026 juga menyoroti penguatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, pendanaan berkelanjutan, serta keterlibatan negara berkembang dalam tata kelola digital global.
Pernyataan itu bukan pengumuman kebijakan atau program baru. Fokusnya adalah mendorong agar perkembangan teknologi tidak hanya mengejar konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi ruang bagi bahasa, pengetahuan, dan identitas budaya yang hidup di berbagai komunitas.