
- 19 hari lalu
Paket Telkomsel–CapCut Standard Rp68.000 menawarkan langganan 30 hari dan kuota 1,5 GB. Simak siapa yang benar-benar bisa menghemat lewat bundel ini.

Hedra.ID, Seoul - Samsung kembali memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar DRAM global. Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research, perusahaan asal Korea Selatan tersebut menguasai 39% pangsa pendapatan DRAM dunia pada kuartal kedua 2026, kembali ke level yang terakhir terlihat pada 2024.
Sementara itu, seperti dikutip dari situs resmi Counterpoint, Sabtu (8/8/2026), posisi kedua ditempati SK hynix dengan pangsa 26%, disusul Micron yang semakin dekat dengan 25%. Dengan begitu, persaingan tiga produsen memori terbesar dunia pun semakin ketat di tengah melonjaknya kebutuhan memori untuk pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan.
Pencapaian Samsung menjadi pembalikan cukup besar dibandingkan tahun lalu. Pada kuartal kedua 2025, perusahaan sempat kehilangan posisi teratas dari SK hynix.
Counterpoint menilai pemulihan Samsung terutama didukung tingginya permintaan dan kenaikan harga DRAM konvensional. Perusahaan juga mulai meningkatkan pangsanya di segmen High Bandwidth Memory atau HBM yang banyak digunakan pada sistem AI.
Senior Analyst Counterpoint Research Jeongku Choi mengatakan Samsung menikmati keuntungan dari “robust demand and price increases in conventional DRAM” sekaligus memperbesar posisi di pasar HBM.
Kinerja tersebut juga terlihat dalam laporan keuangan Samsung. Divisi Device Solutions yang menaungi bisnis semikonduktor mencatat pendapatan KRW 127,5 triliun dan laba operasional KRW 89,2 triliun pada kuartal kedua 2026. Samsung menyebut bisnis memorinya kembali mencatat rekor berkat permintaan AI dan kenaikan harga memori.

Meski SK hynix masih berada di posisi kedua, pangsa pasarnya turun dari 39% pada kuartal kedua 2025 menjadi 26% setahun kemudian. Penurunan pangsa ini terjadi meskipun pendapatan kuartalannya tumbuh 214% secara tahunan.
Salah satu penyebabnya adalah tingginya eksposur SK hynix terhadap HBM. Harga rata-rata HBM turun secara tahunan pada kuartal kedua, antara lain karena penurunan harga HBM3E dan keterlambatan transisi menuju HBM4.
Di sisi lain, Micron terus mengejar. Pangsa pasar perusahaan Amerika Serikat tersebut sudah mencapai 25%, hanya terpaut satu poin persentase dari SK hynix.
Counterpoint memperkirakan pendapatan DRAM Micron telah meningkat sekitar lima kali lipat sejak kuartal kedua 2025. Jika tren berlanjut, Micron berpeluang mengambil posisi kedua.
Persaingan tidak hanya datang dari tiga pemain besar. ChangXin Memory Technologies (CXMT) dari China menjadi produsen DRAM dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal kedua 2026.
Pendapatan CXMT melonjak 716% secara tahunan, didorong tingginya permintaan DRAM konvensional di China dan ekspansi kapasitas produksi. Nanya juga mencatat pertumbuhan 690% berkat meningkatnya permintaan DDR dan LPDDR4/5.
Counterpoint menilai tantangan berikutnya bagi CXMT adalah meningkatkan kapasitas dan teknologi untuk HBM serta LPDDR6. Jika berhasil, perusahaan berpotensi semakin mengganggu dominasi Samsung, SK hynix, dan Micron.
Lonjakan pasar DRAM tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur AI yang berlangsung agresif. Server AI membutuhkan DRAM konvensional dalam jumlah besar untuk CPU sekaligus HBM berkecepatan tinggi untuk GPU dan akselerator AI. Counterpoint mencatat permintaan DRAM saat ini masih lebih tinggi dibandingkan pasokan.
Kondisi tersebut ikut mendorong harga memori naik. TrendForce sebelumnya mencatat harga jual rata-rata produk memori Samsung, termasuk DRAM dan NAND, melonjak sekitar 146% dibandingkan rata-rata sepanjang 2025 pada kuartal pertama 2026.
Bagi Samsung, situasi ini menguntungkan bisnis semikonduktor. Namun, efeknya tidak selalu positif untuk seluruh perusahaan karena divisi smartphone, laptop, dan perangkat elektronik Samsung juga harus membeli memori dengan harga lebih tinggi.