
- 5 bulan lalu
Qualcomm mengakuisisi Arduino, perusahaan hardware asal Italia, untuk memperkuat posisinya di sektor robotika dan IoT. Simak detail dan dampaknya.

Nvidia kembali menegaskan dominasinya di pasar chip grafis dengan mengumumkan pendapatan kuartal kedua sebesar $30 miliar, melebihi ekspektasi pasar sebesar $2 miliar. Hasil ini memberikan sentimen positif di kalangan investor dan analis, terutama di tengah kekhawatiran akan "musim dingin AI," sebuah periode yang dianggap dapat memperlambat perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Keberhasilan ini didukung oleh tingginya permintaan terhadap chip grafis Nvidia, yang menjadi tulang punggung bagi berbagai aplikasi kecerdasan buatan. Pertumbuhan pesat di sektor AI mendorong permintaan chip untuk pelatihan model AI, yang berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan Nvidia. Kress, Chief Financial Officer Nvidia, menjelaskan bahwa "penjualan unit pemrosesan grafis, antusiasme terhadap chip 'Blackwell' yang akan datang, dan kinerja positif dalam layanan data baik domestik maupun internasional," terutama di pasar China, menjadi pendorong utama keberhasilan ini.
Dilansir dari cointelegraph, Platform Blackwell, yang dirancang khusus untuk kebutuhan AI, berhasil menarik perhatian banyak perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan kinerja operasional mereka. Kress juga menambahkan, "Produksi Blackwell dijadwalkan dimulai pada kuartal keempat dan berlanjut hingga 2026, dengan pendapatan yang diperkirakan meningkat. Permintaan jauh melebihi pasokan, dan kami berharap ini akan berlanjut hingga tahun depan." Ini menunjukkan bahwa Nvidia optimis terhadap prospek permintaan produk mereka yang akan terus meningkat.
Kinerja yang positif ini juga terlihat di pasar global, dengan peningkatan signifikan di berbagai negara, termasuk China. Hal ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga semakin memperkuat posisinya di pasar internasional. "Permintaan tampaknya meningkat di hampir semua sektor vertikal," ungkap Kress, yang menyoroti keberhasilan Nvidia dalam mempertahankan pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara keseluruhan, hasil keuangan Nvidia yang luar biasa ini memberikan sinyal bahwa industri AI masih sangat menjanjikan. Meski demikian, para investor diingatkan untuk tetap berhati-hati terhadap risiko-risiko potensial yang mungkin muncul di masa depan. Namun, setidaknya untuk saat ini, Nvidia tampaknya tetap berada di posisi terdepan dalam memimpin sektor teknologi kecerdasan buatan.