- 8.8/10 (12 Reviews)

- 3 hari lalu
Smart hospital atau Rumah Sakit Pintar bergantung pada integrasi perangkat, SIMRS, standar data, dan tata kelola. Proyek UNSRI-RSMH memperlihatkan cara aliran itu dibangun.

Hedra.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan hasil seleksi pengguna pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk jaringan seluler pada 2026. XLSmart menempati peringkat pertama pada pita 700 MHz, sedangkan Telkomsel memimpin seleksi pita 2,6 GHz.
Berdasarkan informasi yang dikutip Hedra.ID dari situs resmi Komdigi, Senin (13/7/2026), pada pita 700 MHz, XLSmart memperoleh alokasi 30 MHz atau 2x15 MHz dengan total penawaran Rp1,06 triliun. Telkomsel berada di posisi kedua dengan alokasi 20 MHz senilai Rp642,5 miliar, disusul Indosat dengan alokasi yang sama dan penawaran Rp507,48 miliar.
Pada seleksi frekuensi ini, urutannya berubah pada pita 2,6 GHz. Telkomsel memperoleh alokasi terbesar, yakni 80 MHz, dengan penawaran Rp545,84 miliar. Indosat mendapat 60 MHz senilai Rp372 miliar, sementara XLSmart memperoleh 50 MHz dengan penawaran Rp231,6 miliar.
Hasil tersebut belum menjadi penetapan pemenang final. Para peserta masih dapat mengajukan sanggahan melalui sistem lelang elektronik hingga 14 Juli 2026 pukul 15.00 WIB. Status pemenang baru sah setelah Menteri Komunikasi dan Digital menerbitkan keputusan penetapan.
Operator yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang juga harus memenuhi kewajiban pembangunan jaringan dalam waktu paling lama lima tahun. Komitmen itu mencakup penyediaan layanan minimal 4G pada desa atau kelurahan terpilih dari 538 lokasi yang ditentukan pemerintah, serta layanan 5G dengan target sedikitnya 51 persen cakupan populasi nasional.
Dalam pengumuman resminya, Komdigi menempatkan seleksi tersebut sebagai bagian dari upaya pemerataan akses digital. Kementerian menyatakan teknologi itu diharapkan “tidak hanya dinikmati di kota besar, tetapi menjadi jembatan kemajuan yang merata dari Sumatera hingga Papua.”